Minggu, 22 Februari 2015

Paradigma Penelitian

Paradigma penelitian 
berkaitan erat dengan metodologi penelitian. Paradigmapenelitian pertama kali dikemukakan oleh Kuhn (1970, dalam Bryman dan Bell, 2007: 25) sebagai  suatu petunjuk bagi ilmuwan dalam disiplin ilmu tertentu. Disiplin ilmu tertentu berpengaruh terhadap apa yang sedang ditelitinya, dan bagaimana penelitian itu harus dilakukan serta disimpulkan. Selain itu, ada pendapat lain tentang paradigma penelitan dalam konteks yang berbeda.
Menurut Sugiyono (2009: 42) paradigma penelitian diartikan sebagai pola pikir yang menunjukan hubungan antar variabel yang akan diteliti. Hubungan antar variabel tersebut harus dapat menjawab jenis dan jumlah rumusan masalah penelitian. Variabel-variabel itu juga menentukan hipotesis dan teknik analisis statistik yang akan digunakan. Dalam teknik analisis statistik, termasuk asumsi-asumsi dan pola pengumpulan data yang mendasari paradigma metode penelitian.
Selanjutnya dalam teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu teknik pengumpulan data kuantitatif dan kualitatif  (Bryman dan Bell, 2007: 26).Menurut McDaniel dan Gates (2013: 117), penelitian kuantitatif adalah penelitian yang digunakan untuk mendapatkan perbedaan yang signifikan secara statistik. Sedangkan penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk menguji sikap, perasaan, dan motivasi responden.
Dalam praktik penelitian, teknik penelitian kuantitatif dan kualitatif memiliki perbedaan yang mendasar (McDaniel dan Gates, 2013: 117). Perbedaan tersebut terletak pada ukuran sampel, jenis pertanyaan, jumlah responden, dan lain-lain. Lebih lanjut, perbedaan tersebut dapat dilihat dalam gambar berikut ini (Tabel 3.1).

T   Perbedaan Paradigma Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif
Pandangan Dasar
Kualitatif
Kuantitatif
Jenis Pertanyaan
Bersifat menyelidiki
Tidak bersifat menyelidiki
Ukuran Sampel
Kecil
Besar
Jumlah Responden
Berarti (substansial)
Bervariasi
Persyaratan untuk Administrasi
Pewawancara dengan keahlian khusus
Tidak perlu pewawancara khusus atau tidak perlu pewawancara
Tipe Analisis
Subjektif
Objektif
Alat yang digunakan
Alat perekam, gambar, video, panduan diskusi
Kuisioner, computer, telefon genggam
Derajat Peniruan
Rendah
Tinggi
Keahlian peneliti
Psikologi, sosiologi, sosial psikologi, pemasaran, riset pemasaran, perilaku konsumen
Statistik, model keputusan, program komputer
Tipe Penelitian
Eksplorasi
Deskriptif atau Kausal
Sifat realitas
Ganda, holistic, dinamis, hasil konstruksi dan pemahaman
Dapat diklasifikasikan, konkrit, teramati, terukur
Hubungan Variabel
Timbal balik/ interaktif
Sebab-akibat (kausal)
Generalisasi
Transferability(hanya mungkin dalam ikatan konteks dan waktu)
Cenderung membuat generalisasi
Peranan nilai
Terikat nilai-nilai yang dibawa peneliti dan sumber data
Cenderung bebas nilai
Sumber: Dimodifikasi dari McDaniel dan Gates (2013) dan Sugiyono (2009)

Teknik penelitian kualitatif memiliki keterbatasan uji signifikansi. Sehingga hasil penelitian kualitatif tidak dapat membedakan signifikansi berdasarkan populasi responden (McDaniel dan Gates, 2013: 119). Selain itu, teknik penelitian kualitatif mengandung unsur yang bersifat subyektif sehingga hasil penelitian tidak akan sesuai dengan tujuan awal peneltian (Bryman dan Bell, 2007: 29).

 Oleh karena itu, paradigma dalam metode penelitian ini merupakan metode penelitian kuantitatif. Metode penelitian kuantitatif memiliki tujuan untuk menguji hipotesis sesuai dengan data yang diperoleh untuk dapat menghasilkan kesimpulan yang obyektif (Bryman dan Bell, 2007: 28).